Packing merupakan salah satu tahap penting dalam pengiriman barang. Banyak masalah terjadi bukan karena ekspedisi, tetapi karena pengelolaan barang sebelum proses packing yang kurang rapi.
Dengan manajemen barang yang baik, proses packing menjadi lebih cepat, hemat biaya, dan mengurangi risiko kesalahan pengiriman.
- Kelompokkan Barang Berdasarkan Jenisnya
Pisahkan barang sesuai kategori:
Contoh:
- Barang elektronik
- Fashion
- Makanan
- Dokumen
- Barang pecah belah
Dengan pengelompokan ini, Anda akan lebih mudah menentukan:
- Jenis kemasan
- Cara penyusunan
- Label pengiriman
- Gunakan Sistem Label
Berikan tanda pada setiap barang.
Informasi yang dapat dicantumkan:
- Nama produk
- Jumlah barang
- Tujuan pengiriman
- Nama penerima
- Status packing
Contoh:
BOX A-01
- Produk: Sepatu
- Jumlah: 20 pcs
- Tujuan: Jakarta
Sistem label akan mengurangi kesalahan saat pengiriman dalam jumlah besar.
- Buat Data Inventaris Barang
Gunakan catatan digital atau spreadsheet untuk mencatat:
- Nama barang
- Jumlah stok
- Lokasi penyimpanan
- Status pengiriman
Manajemen stok yang rapi membantu mengetahui barang mana yang sudah siap dikirim.
- Siapkan Area Packing Khusus
Buat area packing yang memiliki:
- Meja kerja luas
- Bubble wrap
- Kardus berbagai ukuran
- Lakban
- Timbangan
- Label pengiriman
Area khusus membuat proses packing lebih cepat dan profesional.
- Gunakan Metode FIFO (First In First Out)
Barang yang masuk lebih dulu diproses lebih dulu.
Metode ini sangat cocok untuk:
- Produk makanan
- Produk dengan masa simpan
- Barang yang sering keluar masuk
Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan barang lama.